orang yang menyekutukan Allah disebut
orang yang menyekutukan Allah disebut

Orang yang Menyekutukan Allah disebut

Posted on

Orang yang Menyekutukan Allah disebut

Ikhwah fillah sebagai muslim kita harus meyakini bahwa Tuhan kita hanyalah satu yakni Allah azza wajala, cerminan dari rukun iman yang pertama yaitu iman kepada Allah artinya seluruh hidup kita harus diniatkan dalam rangka beribadah kepada Allah subhanahu wa ta’ala. Allah subhanahu wa ta’ala merupakan Rabbul alamin sang khaliq yang menciptakan semua makhluk hidup, menciptakan dunia dan isinya dari mulai sebutir debu sampai gunung dan lautan Allah-lah yang menciptakan.

Semua yang terjadi dalam kehidupan merupakan kehendak-Nya. Dengan demikian, tidak ada sekutu baginya juga sesuatupun yang bisa menandingi akan zat dan kuasaNya.

Namun realitanya banyak kita temukan orang-orang yang menganggap sesuatu sebagai tandingan Allah, dia jadikan kecintaan dan tunduk terhadap sesuatu selain Allah. Hal tersebut dinamakan menyekutukan Allah, orang yang menyekutukan Allah disebut musyrik. Sedangkan kegiatan menyekutukan Allah disebut syirik.

A.  Pengertian Syirik

Syirik merupakan dosa paling besar diantara semua jenis dosa. Dosa besar memiliki makna perilaku yang dilaknat, dimurkai dan pelakunya terancam akan siksa neraka yang kekal.

Dasar hukum mengenai perbuatan syirik dalam Alqur’an dan hadits, diantaranya sebagai berikut
“Engkau mengambil sekutu bagi Allah padahal Dia menciptakanmu” (HR. Imam Al-Bukhari dan Imam Muslim).

إِنَّ اللَّهَ لَا يَغْفِرُ أَنْ يُشْرَكَ بِهِ وَيَغْفِرُ مَا دُونَ ذَلِكَ لِمَنْ يَشَاءُ
“Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik, dan Dia mengampuni segala dosa di bawah syirik, bagi siapa yang dikehendaki-Nya.” (QS. An Nisa’: 48).

إِنَّ الشِّرْكَ لَظُلْمٌ عَظِيمٌ
“Sesungguhnya mempersukutkan Allah (syirik) adalah benar-benar kezaliman yang besar.” (QS. Luqman: 13)

B.  Jenis-jenis Syirik

Orang yang menyekutukan Allah disebut musyrik, berdasarkan kategorinya syirik dibedakan menjadi dua bagian, yaitu:

1. Syirik Besar

Syirik besar atau syirik akbar ialah menjadikan sesuatu sebagai tandingan Allah dan menyamakannya dengan Rabbul ‘alamin. Syirik besar menjadi patokan status keislaman seseorang, karena seorang pelaku syirik besar mengakibatkan pelakunya keluar dari islam.

Pelaku syirik besar akan kekal dalam neraka dan tidak akan terampuni oleh Allah kecuali dengan taubat nasuha sebelum dia meninggal, selain itu syirik jenis ini akan menghapus seluruh amalan baik yang tealah dikerjakan.

Adapun beberapa contoh yang termasuk ke dalam syirik besar diantaranya yaitu menyembah kepada bukan selain Allah, berdoa kepada orang yang sudah mati, meminta perlindungan kepada selain Allah, mencintai sesuatu dengan berlebihan seperti mencintai Allah.

2. Syirik kecil (ashghar)

Syirik ashghar yaitu perbuatan dosa besar bahkan lebih besar tingkatannya dari perbuatan dosa besar lainnya seperti zina, membunuh, mencuri, dan sebagainya.

Namun syirik asghar tidak sampai mengeluarkan pelakunya dari agama islam, meskipun begitu tetap mengurang derajat tauhid seseorang dan jika terus menerus dilakukan terancam terjerumus ke dalam syirik akbar.

Pada umumnya syirik asghar berkaitan dengan amalan hati yang mana bentuknya samar tidak tampak secara kasat mata, seperti perbuatan riya, berharap pujian dari manusia.

Samarnya kedudukan syirik asghar terdapat hadits yang diriwayatkan oleh Ibnu Abbas radiyallahu ‘anhuma yang artinya: “(Menjadikan) ‘andaad’ [sekutu-sekutu] adalah berbuat syirik, (dosa) yang lebih samar daripada jejak semut yang merayap di atas batu hitam dalam kegelapan malam.

Meskipun termasuk dosa besar syirik jenis ini bagi orang yang dikehendaki Allah dan mendapat rahmatNya memungkinkan masih terampuni dosanya asalkan pelakunya melakukan taubat. Selan itu, syirik asghar tidak menghapus seluruh amalan tidak seperti syirik akbar.

Adapun contoh dari syirik asghar misalnya melakukan sumpah dengan menyebut nama selain Allah, mengangungkan makhluk yang meskipun tidak sampai pada derajat ibadah, menggunakan jimat dengan keyakinan dapat menolak bala, mempercayai mitos, tahayul dan khurafat.

C.  Bahaya Syirik

Ikhwah fillah sekilas telah kita bahas mengenai pengertian dan contoh dari perbuatan syirik akbar (besar) dan syirik ashghar (kecil), selanjutnya di bawah ini akan disebutkan beberapa poin bahayanya orang yang menyekutukan Allah disebut musyrik, baik itu pada syirik besar maupun syirik kecil.

1. Syirik akan mengakibatkan kesulitan hidup baik di dunia dan di akhirat, serta akan selalu diliputi rasa khawatir dan tidak aman. Hal tersebut berdasarkan firman Allah Ta’ala yang berbunyi:

الَّذِينَ آَمَنُوا وَلَمْ يَلْبِسُوا إِيمَانَهُمْ بِظُلْمٍ أُولَئِكَ لَهُمُ الْأَمْنُ وَهُمْ مُهْتَدُونَ

Artinya: “Orang-orang yang beriman dan tidak mencampuradukkan iman mereka dengan kezaliman (syirik), mereka itulah yang mendapat keamanan dan mereka itu adalah orang-orang yang mendapat petunjuk.” (QS. Al An’am: 82).

2. Orang musyrik yang mengerjakan kesyirikan baik syirik besar maupun syirik kecil akan tersesat secara rohani. Berdasarkan firman Allah yang berbunyi:

وَمَنْ يُشْرِكْ بِاللَّهِ فَقَدْ ضَلَّ ضَلَالًا بَعِيدًا

Artinya: “Barangsiapa yang mempersekutukan (sesuatu) dengan Allah, maka sesungguhnya ia telah tersesat sejauh-jauhnya” (QS. An Nisa’: 116).

3. Pelaku syirik akbar dosanya tidak akan diampuni sebelum pelakunya bertaubat nasuha, sedangkan dosa syirik asghar atau dosa besar lainnya dengan rahmat Allah, Dia akan mengampuni sesuai dengan kehendakNya. Allah berfirman yang artinya:

“Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik, dan Dia mengampuni segala dosa yang selain dari (syirik) itu, bagi siapa yang dikehendaki-Nya. Barangsiapa yang mempersekutukan Allah, maka sungguh ia telah berbuat dosa yang besar.” (QS. An Nisa’: 48).

4. Bahaya syirik akbar akan menghapus seluruh amalan yang dikerjakan oleh orang musyrik, berdasarkan firmanNya yang berbunyi:

5. Orang yang menyekutukan Allah disebut orang musyrik, mereka akan kekal dalam neraka dan haramnya syurga bagi mereka, hal tersebut disebutkan dalam firman Allah yang berbunyi:

إِنَّ الَّذِينَ كَفَرُوا مِنْ أَهْلِ الْكِتَابِ وَالْمُشْرِكِينَ فِي نَارِ جَهَنَّمَ خَالِدِينَ فِيهَا أُولَئِكَ هُمْ شَرُّ الْبَرِيَّةِ

Artinya: “Sesungguhnya orang-orang yang kafir yakni ahli Kitab dan orang-orang yang musyrik (akan masuk) ke neraka Jahannam; mereka kekal di dalamnya. Mereka itu adalah seburuk-buruk makhluk” (QS. Al Bayyinah: 6).

Mengenai ancaman ini, Rasulullahpun menerangkan dalam sabdanya yang artinya:

“Barangsiapa yang mati dalama keadaan tidak berbuat syirik pada Allah dengan sesuatu apa pun, maka ia akan masuk surga. Barangsiapa yang mati dalam keadaan berbuat syirik pada Allah, maka ia akan masuk neraka” (HR. Muslim: 93).

 

Demikianlah ikhwah fillah pembahasan singkat mengenai syirik akbar dan syirik asghar serta bahayanya, sedangkan orang yang menyekutukan Allah disebut musyrik.

Dengan mengetahui larangan dan ancaman Allah Ta’ala serta RrasulNya yang teramat keras, seyogyanya kita sebagai umat muslim hendaknya berusaha keras untukmenghindari dan menjauhkan diri dan keluarga dari perbuatan syirik.

Semoga ikhwah fillah rakhimakumullah selalu berada dalam naungan rahmat dan kasih sayang Allah Ta’ala sehingga kita semua dimudahkan dalam bertauhid dan beribadah semata-mata karena dan untuk Allah subhanahu wata’ala agar mendapat kebaikan di dunia dan di akhirat.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *