Komikus
ORANG YANG MEMBUAT GAMBAR KOMIK DISEBUT KOMIKUS

orang yang membuat gambar komik disebut

Posted on

Orang yang membuat gambar komik disebut

Komik merupakan media komunikasi yang mudah dinkmati di kalangan masyarakat berbagai usia, dengan penyajian yang menarik bukan hanya terdiri dari deretan kalimat namun disertai gambar agar pembaca lebih tertarik dalam membaca.

Komik merupakan suatu bentuk seni dalam bentuk media gambar-gambar tidak bergerak yang
disusun sedemikian rupa sehingga mereka cipta jalinan cerita.

Pada umumnya, komik dicetak di atas kertas yang dilengkapi dengan teks. Komik dapat diterbitkan dalam beberapa
bentuk, dimulai dari strip pada koran, terdapat dalam majalah, sampai dapat berwujud sebuah buku.

Berdasarkan pengertian tersebut komik juga sering dikenal dengan istilah cergam singkatan dari cerita bergambar, sedangkan istilah bagi orang yang membuat gambar komik disebut dengan istilah komikus.

Isi yang terdapat dalam sebuah komik biasanya menggambarkan sisi kehidupan masyarakat yang dikemas dalam bentuk komedi. Komik menjadi salah satu sarana untuk menyampaikan pesan-pesan yang beragam mulai dari pesan moral kehidupan sampai pesan mengandung kritik politik.

A. Fungsi dan Manfaat Komik

Orang yang membuat gambar komik disebut komikus harus menciptakan komik yang sesuai dengan fungsi dan manfaatnya agar tepat pada sasaran pembaca.

Komik dapat dijadikan media komunikasi yang efektif. Adapun fungsi dan manfaat komik terdiri dari beberapa macam, diantaranya:

1. Komik untuk informasi pendidikan

Komik yang berfungsi sebagai media pendidikan harus memiliki cerita ataupun desain yang dirancang dengan cermat agar pesan-pesan pendidikan bisa tersampaikan dengan jelas. Terlepas dari hal demikian komik jenis pendidikan tetap harus memiliki alur cerita yang menarik agar tidak terkesan membosankan.

2. Komik sebagai media advertising

Fungsi komik dapat juga dimanfaatkan sebagai media iklan dalam kegiatan berwirausaha, tokoh atau lambang dari suatu produk bisa dijadikan sebagai tokoh utama dengan karakter disesuaikna dengan citra yang diharapkan produk atau brand yang terkait. Dengan demikian pembaca akan menikmati dalam membaca pesan pesan promosi produk yang disampaikan.

3. Komik sebagai sarana hiburan

Pada dasarnya tujuan dibuatnya komik yaitu untuk menghibur. Biasanya sasaran pembaca komik jenis ini benyak ditujukan untuk anak-anak dan remaja. Meskipun demikian biasanya dalam komik jenis ini tetap memiliki pesan moral, seperti persahabatan, perjuangan yang disajikan secara dramatis sehingga menyentuh hati pembaca.

B. Langkah Pembuatan Komik

Dalam membuat komik tidak terlepas dari langkah-langkah pembuatan agar komik lebih mudah untuk dibuat. Langkah-langkah tersebut yaitu sebagai berikut.

1. Membuat ide cerita dan pembentukan karakter, adalah langkah rangkaian cerita;
2. Pembuatan Sketsa (sketching), yaitu proses menyusun ide cerita secara kasar;
3. Proses penitaan (inking), yakni proses membubuhkan tinta goresan pensil sketsa;
4. Pewarnaan (coloring), yaitu proses pembubuhan warna komik baik berwarna hitam dan putih (black and white) ataupun dengan banyak warna (full color).
5. Lattering, yakni proses penulisan teks pada komik.

C. Bentuk-bentuk Komik

Pada tahun 1960-1970 eksistensi komik di Indonesia sangat populer dengan menyajikan cerita yang beragam, seperti cerita wayang, tokoh pahlawan, mistik dan humor.

Namun kini eksistensi tersebut perlahan meredup karena komik Indonesia kini teralihkan oleh komik laur negeri, terutama pada anak-anak dan remaja kini lebih tertarik pada komik luar seperti komik jepang (manga). Oleh karena komik luar lebih dilirik dari komik lokal sehingga kini komikus Indonesia pun lebih memilih menulis komik dengan alur cerita luar.

Berdasarkan Bentuk dan Jenis Bonnef (1998) memaparkan bahwa komik terdiri dari 2 jenis, yaitu komik bersambung atau komik strips dan komik dalam bentuk buku atau dikenal dengan istilah comic books. Namun (Maharsi, 2011) menambahkan bahwa komik dapat berbentuk novel grafis dan novel kompilasi.

Hal tersebut dikerenakan perkembangan zaman digital semakin canggih sehingga jenis komik disajikan dalam bentuk yang lebih menarik.

1. Komik Strip

Komik strip biasanya mudah dijumpai masayarakat dalam surat kabar, alur cerita komik ini biasanya memaki alur cerita bersambung. Komik strip biasanya disajikan secara sederhana yang memuat sisi kehidupan masayarakat namun dikemas dalam bentuk humor, sehingga mudah dinikmati kalangan masyarakat bebagai usia.

Komik strip juga bisa disajikan dalam bentuk kartun yang mana isi dalam cerita memuat sindiran mengangkat isu-isu yang sedang terjadi di tengah masyarakat namun teta disisipi muatan humor.

Biasanya tokoh utama yang terdapat dalam komik strip kartun memiliki karakter dan ciri khas yang lucu namun dekat dengan masyarakat, sehingga mengundang tawa para pembacanya. Meskipun demikian, komik strip kartun tetap memuat pesan yang serius dan penuh makna.

Berdasarkan hal tersebut Bonnef (1998) menyebutkan bahwa jenis komik kartun ini sebagai komik intelektual dalam memahami makna yang terkandung diperlukan sebuah kajian lebih dalam.

2. Buku Komik

Buku komik merupakan jenis komik yang disajikan dalam sebuah buku tersendiri tanpa memiliki hubungan atau menjadi bagian dari media cetak lain seperti komik strip dan komik kartun yang ditemukan dalam media cetak koran.

Buku komik termasuk ke dalam jenis buku fiksi, karena isi yang terdapat dalam buku komik mengandung cerita fiksi yang tidak berlandaskan dengan kehidupan nyata. Di Indonesia buku komik sering dikenal dengan istilah cergam atau cerita bergambar yang dimaknai gambar yang diberi teks.

Ukuran yang dimiliki buku komik biasanya tidak terlalu tebal dan tidak besar sehingga memungkinkan untuk mudah dibawa kemanapun.

Penyampaian pesan sebuah komik, gambar ataupun ilustrasi menjadi unsuryang penting. Gambar bisa menjadi pintu utama pembaca untuk masuk dalam cerita yang hendak disampaikan.

Melalui gambar yang baik maka dapat mendeskripsikan cerita yang disampaikan secara efektif, sesuai dengan konteks yang disampaikan, mempunyai makna yang termuat di dalamnya sehingga bisa memengaruhi emosi pembaca.

Berdasarkan perkembangan dunia teknologi selain buku cetak, komik kini disajikan dalam bentuk e-book (buku elektronik), e-magazine (majalah elektronik) seperti website dan blog.

3. Novel Grafis

Istilah novel grafis pertama kali muncul dari sebuah peristiwa seorang kartunis veteran yang bernama Wil Eisner yang ingin menerbitkan buku komik dengan ketebalan seperti buku pada umumnya, pasalnya standar pembuatan buku komik hanya mencapai 32 halaman.

Novel grafis merupakan jenis komik yang memuat cerita yang bertema serius. Sasaran pembaca novel grafis biasanya ditujukan untuk pembaca dengan usia dewasa.

Perbedaan antara novel grafis dan buku komik diantaranya isi halaman dalam novel grafis bisa memuat lebih dari 100 halaman, sedangkan buku komik tidak mencapai 100 halaman; cover yang digunakan dalam novel grafis biasanya menggunakan hard cover, buku komik biasanya soft cover.

 

 

 

Komik merupakan karya sastra bergambar yang menjadi media komunikasi bentuk visual intelektual yang mempunyai kekuatan dalam menyampaikan sebuah pesan dengan bahasa yang sederhana, dan mudah dimengerti. Orang yang membuat gambar komik disebut dengan komikus.

Seiring perkembangan teknologi yang semakin pesat, kini komik tidak hanya dijumpai dalam koran dan buku cetak, melainkan dapat kita jumpai dalam sebuah e-book, e-magazine bahkan terdapat aplikasi khusus yang didalamnya memuat banyak komik dengan beragam cerita. Semua itu bisa dinikmati oleh pecinta komik hanya dengan menggunakan smartphone sehingga memudahkan pecinta komik dalam membaca kapanpun dan dimanapun.

Berdasarkan hal tersebut seharusnya menjadi peluang bagi komikus-komikus Indonesia untuk kembali bangkit menaikan eksistensi komik nasional dengan menciptakan komik dengan tema muatan lokal yang berisi tentang isu-isu kehidupan masyarakat Indonesia.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *