Pengrajin
pengraji, craftsman

Orang yang membuat benda-benda kerajinan disebut

Posted on

Orang yang membuat benda-benda kerajinan disebut

Berbicara tentang seni, apa yang tersirat dalam pikiran dan benak kalian? Saat mendengar kata tersebut yang tersirat dalam benak pastinya keindahan, estetika, keunikan, harmoni dan lain sebagainya. Dengan demikian maka seni dikenal sebagai satu kata berjuta makna yang diwujudkan melalui media yang bersifat nyata sehingga memengaruhi perasaan orang yang memandangnya.

Dalam istilah seni dikategorikan menjadi dua jenis, yaitu seni murni dan seni terapan. Seni murni biasanya berupa hasil karya yang bertujuan untuk dinikmati keindahannya saja.sedangkan seni terapan merupakan hasil karya yang memiliki nilai guna, sehingga bukan hanya mengandung nilai estetik tetapi dapat difungsikan dalam kebutuhan sehari-hari. Dalam dunia seni orang yang membuat benda kerajinan disebut pengrajin.

A.  Pengertian Seni Kerajinan

Berdasarkan fungsinya, seni dapat dikelompokkan menjadi tiga kategori, yaitu fungsi personal, fungsi sosial dan fungsi fisik. Fungsi personal yaitu berhubungan dengan kepuasaan jiwa secara individu; fungsi sosial berkaitan dengan tujuan sosiao, ekonomi, politik, budaya dan kepercayaan; fungsi fisik berkaitan dengan pemenuhan suatu kebutuhan.

Kata kerajinan berasal dari kata sansekerta yaitu “krya” yang memiliki arti mengerjakan. Dari kata tersebut dalam Bahasa Indonesia menjadi kata karya, kriya, kerja yang memiliki arti mengerjakan seseuatu untuk menghasilkan obyek atau benda, sehingga dapat diartikan juga sebagai kerajinan tangan.

Dengan demikian seni kerajinan memiliki makna setiap hasil karya manusia di mana memerlukan keterampilan khusus dalam mengolah bahan mentah yang mana pengerjaannya berkaitan dengan tangan, oleh karena itu dikenal juga kerajinan tangan. Berdasarkan hal tersebut maka orang yang membuat benda-benda kerajinan disebut dengan pengrajin.

Dalam dunia seni kerajinan terdapat istilah yang dikenal dengan craftsmanship, artinya suatu kemahiran dalam membut sebuah produk yang bernilai artistik diciptakan oleh craftsman atau pengrajin. Produk yang dihasilkan biasanya bersifat unik dan khas.
Negara Indonesia merupakan negara yang memiliki sumber daya alam yang melimpah, sehingga menjadi salah satu negara yang produktif dalam menghasilkan bebagai seni kerajinan.

B.  Jenis-jenis Kayu

Salah satu kerajinan tangan yang memanfaatkan kekayaan alam yaitu kerajinan tangan yang terbuat dari kayu, kerajinan tangan dari kayu selain memiliki nilai estetik juga sering digunakan untuk memenuhi kebutuhan. Namun tidak semua kayu bisa dijadikan bahan kerajinan tangan, di bawah ini akan disebukan beberapa jenis kayu yang direkomendasikan dalam memproduksi kerajinan tangan.

1. Kayu Jati

Kayu jati merupakan jenis kayu yang familiar, pasalnya kayu ini sangat eksis di kalangan masyarakat. Kayu jati biasanya digunakan dalam meproduksi kerajinan oleh orang yang membuat benda-benda kerajinan disebut juga pengrajin, wujud dari produksi yang berasal dari kayu jadi biasanya berupa furnitur berkelas dan bahan ukiran.

Hal tersebut dikarenakan kayu jati memiliki kualitas yang kuat dan padat, memiliki ciri khas warna umum coklat dengan guratan urat berwarna coklat gelap. Selain itu memiliki minyak di dalamnya yang berfungsi menahan rayap agar tidak bisa menggerogoti kayu tersebut. Kayu jati d Indonesia banyak ditemukan di pulau Jawa. Kayu jati berkualitas tinggi biasanya tumbuh di daerah suhu panas dan tanah berkapur. Kayu jati juga memiliki pori-pori yang kecil sehingga pada saat finishing akan menghasilkan tekstur yang halus.

2. Kayu Maple

Kayu jenis maple dihasilkan dari Pohon Maple yang memiliki keunikan, karena memiliki warna daun ysng dapat berganti sesuai musim yang dimiliki daerah tempat pohon tumbuh. Pohon ini banyak tumbuh di negara Amerika, meskipun begiu di Indonesia sudah banyak pembudidayaannya walaupun harganya masih tergolong fantastis.

Kayu Maple mempunyai dua jenis bahan kayu yakni keras dan lunak. Kayu bertekstur keras berasal dari pohon yang memiliki bentuk daun lebar, sedangkan kayu lunak berasal dari pohon yang bentuk daunnya lonjong.

Kayu keras biasanya diproduksu untuk membuat furnitur sepertilantai dan sejenisnya, sedangkan kayu lunak digunakan untuk membuat produk pahatan dan ukiran misalnya gitar dan ornamen rumah. Selain itu, kayu ini bisa menjadi pilihan yang tepat menjadi bahan baku dalam pembuatan jam tangan kayu karena memiliki wujud yang estetik dan kuat.

3. Kayu Meranti

Orang yang membuat benda kerajinan disebut juga pengrajin biasanya telah akrab dengan jenis kayu meranti, kayu ini dikenal juga dengan nama Kayu Kalimantan. Hal tersebut kerena kayu ini banyak tumbuh di daerah Kalimantan, namun banyak juga ditemukan di daerah Indonesia yang lainnya. Kayu meranti memiliki warna coklat semi merah tidak memiliki urat. Kekerasan yang di miliki kayu meranti berkisar 580-770 Kgs/m.

Berdasarkan keunggulannya Kayu Meranti biasanya digunakan pengrajin kayu dalam membuat furnitur, kusen dan panel. Selain itu kayu ini bisa dijadikan pup untuk kertas dan buah Tengkawang, bahkan sebagian jenis meranti dapat dijadikan bahan baku kosmetik.

4. Kayu Albasia

Kayu Albasia dikenal juga dengan nama Kayu Sengon ialah jenis kayu yang mudah ditemukan di Indonesia. Memiliki tekstur yang lunak, berbulu, berpori-pori besar sehingga mudah patah. Karakter yang demikian membuat kayu ini sulit jika langsung difnishing.
Kayu ini biasanya digunakan untuk membuat triplek, blackboard, stik ice cream, pensil, korek api, bahkab bahan baku untuk kertas.

5. Kayu Cendana

Kayu cendana merupakan kayu yang sulit dibudidayakan namun tumbuh subur di Indonesia wilayah Nusa Tenggara Timur, sehingga kayu ini menjadi ikon daerah tersebut. Kayu ini memiliki bau yang wangi dan kokoh sehingga baik digunakan untuk membuat furnitur.

Namun karena pembudidayaannya yang sulit kayu ini memiliki harga yang relatif mahal, meskipun demikian kayu ini banyak diminati oleh masyarakat dalam negeri maupun luar negeri. Dalam membuat kerajinan menggunakan kayu ini sebaiknya tidak di coating, justru dibiarkan polos agar bau wangi dari kayu ini tidak hilang.

6. Kayu Eboni

Kayu jenis ini kini semakin langka, kayu yang memiliki warna perpaduan antara hitam dan coklat dan memiliki urat yang kontras. Kayu ini memilik 2 jenis yaitu dikenal dengan nama Macassar Ebony dan Black Ebony, keunikan kayu ini yaitu urat yang eksotis sehingga membuat kayu ini banyak diminati oleh bangsa Jepang, Eropa dan Amerika.

Berdasarkan karakternya kayu ini biasanya digunakan untuk pembuatan bahan baku alat musik, misalnya biola, gitar, dan piano. Selain itu dapat digunakan untuk membuat tonkat ukir-ukiran, patung bahkan perhiasan. Namun karena semakin langkanya Kayu Eboni kini menjadi salah satu tumbuhan yang dilindungi.

 

Demikianlah pembahasan mengenai seputar karya seni serta jenis kayu yang biasa digunakan dalam pembuatan kerajinan tangan.

Jika kamu meutuskan untuk menjadi orang yang membuat benda-benda kerajinan disebut juga pengrajin atau craftsman, pengetahuan dasar mengenai jenis-jenis kayu di atas bisa membantu kamu dalam memilih kayu yang akan kamu jadikan sebagai kerajinan tangan tentunya disesuaikan dengan kebutuhan dan jenis kerajinan apa yang akan kamu buat.

Meskipun demikian sebenarnya karya seni tidak hanya sebatas kerajinan tangan kayu, melainkan masih banyak bentuk dan jenis karya seni yang bisa dipelajari seperti seni rupa, karya seni tekstil dan sebagainya. Jika diulas semuanya karya seni merupakan pembahasan yang akan teramat panjang karena cakupannya begitu luas.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published.