wartawan dan narasumber
orang yang diwawancarai disebut narasumber

Orang yang diwawancarai disebut

Posted on

Orang yang diwawancarai disebut

Dalam menjalankan kehidupan sebagai manusia kita merupakan makhluk sosial yang mana akan selalu membutuhkan interaksi dengan manusia lain.

Komunikasi merupakan salah satu interaksi yang pasti ada dalam aktivitas sehari-hari, baik itu melalui komunikasi verbal maupun non verbal. Karena dengan komunikasi kita dapat mengutarakan isi hati dan pikiran kita juga kita bisa mengetahui dan memahami isi hati dan pikiran orang lain. Salah satu cara dalam melakukan komunkasi dengan orang lain yaitu melalui kegiatan wawancara.

1. Pengertian Wawancara

Wawancara yaitu bagian dari bentuk komunikasi verbal interpersonal yakni wujud komunikasi yang dilakukan secara langsung tanpa perantara diantara individu, pelaksanaannya dilakukan secara bergantian antara pewawancara dan yang diwawancarai.

Wawancara meruupakan proses komunikasi yang bersifat serius dan memiliki tujuan atau maksud yang telah dirancang serta direncanakan untuk mendapatkan sebuah informasi yang diinginkan melalui proses tanya jawab bersifat dinamis yang dilakukan secara bergantian.

Artinya proses ini melibatkan interaksi dua pihak yaitu pihak pewawancara atau dikenal dengan istilah wartawan, serta orang yang diwawancarai disebut dengan narasumber.

2. Pengertian Narasumber

Dalam memperoleh informasi kita butuh sumber yang dapat diwawancarai agar bisa memberikan informasi secara aktual, orang yang diwawancarai disebut dengan narasumber.

Narasumber ialah istilah yang dipakai untuk seseorang, baik berupa perorangan ataupun lembaga yang mengetahui dan dapat memberikan informasi secara aktual dan jelas mengenai informasi yang ingin digali.

Di samping itu, biasanya narasumber dibutuhkan untuk menunjang data penelitian. Informasi yang diperoleh dari narasumber pada umumnya melalui teknik wawancara.

3. Tugas Narasumber

Narasumber memiliki tugas yakni menyampaikan, memberikan atau menjelaskan suatu informasi mengenai suatu peristiwa atau kejadian di mana informasi tersebut hanya diketahui oleh narasumber yang bersangkutan.

4. Syarat Menjadi Seorang Narasumber

Narasumber yang baik yaitu narasumber yang dapat dipercaya dalam memberikan informasi bukan hanya berdasarkan asumsi dan opini namun harus mengandung informasi yang aktual dan dapat dipertanggungjawabkan.

Adapun syarat-syarat dalam menentukan narasumber yaitu narasumber harus memenuhi kriteria berikut ini.

• Memiliki pemahaman terhadap materi yang akan disampaikan.
• Memiliki informasi berdasarkan fakta.
• Metode pengajaran yang menarik
• Mengetahui dan menerapkan perkembangan teknologi.
• Memiliki sikap disiplin waktu dan sikap menghargai.
• Interaktif dalam menyampaikan informasi.

5. Macam-Macam Narasumber

a. Ilmuwan

Narasumber yang berasal dari seorang ilmuwan dinilai sebagai narasumber paling sensitif dibandingkan narasumber lainnya pada saat memberikan informasi kepada orang lain di luar disiplin ilmunya. Para ilmuwan biasanya menjungjung tinggi kebenaran, sehingga informasi yang disampaikan memiliki kualitas informasi yang aktual.

b. Birokrat

Seorang birokrat yaitu seseorang yang menjadi bagian dari institusi atau lembaga dan mempunyai keterampilan dalam menyampaikan situasi dan kondisi yang berhubungan dengan institusi tersebut, contohnya pemerintah daerah yang menyampaikan informasi atau kebijakan-kebijakan dalam pemilihan kepala daerah.

Untuk mempermudah menyampaikan situasi tersebut seorang birokrat membutuhkan wartawan untuk melaksanakan wawancara dalam upaya mendapatkan kerjasama dari publik melalui media.

c. Politisi

Politisi mempunyai motivasi dengan maksud yang berbeda saat mencari ketertarikan publik melalui media. Politisi merupakan seorang yang berupaya menjalani strata kepemimpinan institusi sosial.

Politisi berupaya beranjak maju menghadapi pihak yang menentang. Berdasarkan hal tersebut, politisi perlu memikan opini atau perhatian publik melalui media.

d. Anggota yang tidak puas

Anggota yang tidak puas pada suatu organisasi atau lembaga biasanya dijadikan narasumber dalam reportase investigatif.

Sumber yang berasal dari narasumber jenis ini adakalanya dinilai penting dalam mengungkap kelemahan atau kekurangan yang terdapat dalam suatu lembaga atau institusi yang tidak bisa diperoleh melalui cara lain.

Narasumber jenis ini tidak mungkin unuk dijadikan sumber informasi utama yang digunakan terus menerus, karena seorang wartawan harus memegang prinsip cover both side, artinya memandang sesuatu dari kedua sisi.

e. Pengejar Publisitas

Terkadang adapula narasumber yang hanya mencari publisitas. Narasumber jenis ini biasanya mereka yang aktif mencari wartawan untuk menembus redaksi surat kabar. Adakalanya mereka memiliki informasi dalam skala kecil namun berguna agar suatu informasi lebih lengkap dan terperinci serta menarik.

f. Pejabat Humas

Narasumber yang berasal dari pejabat hubungan masyarakat bisa menjadi sumber informasi resmi yang dinilai penting bagi seorang wartawan. Pasalnya, mereka merupakan orang yang menggunakan waktu, tenaga dan pikirannya dalam menyusun kebijakan, rencana ataupun tindakan sebuah instansi.

Mereka dapat memberikan sumber informasi dan merespon interpretasi mengenai isu-isu tertentu melalui pemahaman mendalam. Selain itu mereka dapat membawa wartawan mendapatkan narasumber-narasumber lainnya untuk menguatkan fakta informasi.

g. Sumber Anonim

Dalam memlih narasumber seorang wartawan harus jeli, pasalnya tidak semua orang yang diawancarai disebut juga narasumber dapat memberikan informasi yang tepat dan aktual sehingga menguntungkan wartawan.

Adakalanya jika wartawan tidak cermat dalam memilih narasumber justru akan merugikan wartawan ataupun media. Narasumber sepertiitu biasanya berasal dari narasumber anonim yang tidak ingin identitas dirinya diketahui, sehingga jika ada permasalahan mengenai informasi yang didapatkan tidak ada pertanggungjawaban dari narasumber.

Dengan demikian sebaiknya wartawan tidak menggunakan narasumber anonim dalam menyampaikan opini mengenai orang lain serta sumber anonim tidak diperkenankan untuk mengisi kutipan pertama pada sebuah berita.

h. Identitas Sumber

Identitas sumber dalam menyampaikan sebuah informasi harus dicantumkan dengan jelas baik itu mulai dari siapa, kompetensi yang dimiliki serta bidang keilmuan yang dia miliki. Dengan demikian pembaca dapat menilai ke orisinilan informasi yang diberikan.

Hal tersebut hendaknya diperhatikan dan dilakukan seorang wartawan untuk menjadi dasar atau landasan kebenaran mengenai informasi yang disampaikan. Sehingga informasi tersebut menjadi informasi yang aktual dan dapat dipertanggungjawabkan.

 

Wawancara merupakan salah satu bentuk komunikasi verbal yang dilakukan dengan maksud dan tujuan yang jelas dalam upaya memperoleh informasi yang aktual, artinya wawancara digunakan dalam situasi formal bahasa yang digunakanpun bahasa formal dan resmi disertai dengan etika dan tata krama.

Dalam wawancara terdapat dua unsur yang harus ada yaitu orang yang mewawancarai yang dikenal dengan istilah wartawan dan orang yang diwawancarai disebut dengan narasumber. Keduanya saling berinteraksi secara aktif.

Wartawan dan narasumber merupakan elemen penting dalam proses wawancara, pasalnya kredibilitas keduanya sangat berpengaruh dalam menentukan informasi dan data yang aktual, kredibel serta dapat dipertanggungjawabkan.

Dalam menentukan narasumber wartawan harus jeli dan cermat agar informasi yang diperoleh bersifat mutakhir sehingga pembaca dapat mengetahui situasi yang sebenarnya, di samping itu informasi yang kredibel tidak akan terjerumus pada permasalahan terutama permasalahan mengarah ranah hukum.

Leave a Reply

Your email address will not be published.