kalimat yang mengandung perintah disebut
kalimat imperatif

Kalimat yang mengandung perintah disebut kalimat

Posted on

Kalimat yang mengandung perintah disebut kalimat

Dalam berinteraksi kehidupan sehari-hari, kalimat merupakan hal yang lazim dan pasti digunakan oleh semua orang dalam berkomunikasi.

Secara singkat kalimat bermakna sebagai satuan bahasa yang relatif dapat berdiri sendiri, biasanya kalimat terdiri dari klausa disertai dengan adanya pola intonasi final (titik, tanda tanya, tanda seru).

Berdasarkan bentuknya, kalimat dapat dibagi atas (1) kalimat deklaratif atau kalimat yang berisi pernyataan, (2) kalimat imperatif atau kalimat perintah, (3) kalimat interogatif atau kalimat tanya, dan (4) kalimat eksklamatif atau kalimat seruan.

A.  Pengertian Kalimat Imperatif

Pembahasan kali ini penulis akan membahas salah satu dari jenis kalimat tersebut, yakni kalimat yang mengandung perintah disebut juga kalimat imperatif.
Perintah memiliki makna menyuruh sesorang agar melakukan suatu hal yang kita kehendaki, baik itu berupa suruhan yang keras ataupun suruhan yang halus.

Berdasarkan uraian tersebut dengan demikian kalimat yang mengandung perintah disebut kalimat imperatif merupakan kalimat dimana isinya mengandung maksud agar seseorang yang diperintah memberikan reaksi berupa sebuah perbuatan atau tindakan yang berkaitan dengan apa yang diperintahkan.

Kalimat perintah memiliki sifat formal seperti adanya intonasi melalui tanda nada rendah di akhir perkataan, pemakaian komponen penegas, penghalus, serta kata tugas ajakan, harapan, permohonan dan larangan. Selain itu, karakter strukur yang terdapat dalam kalimat perintah tidak selalu terungkap predikat dan subjeknya serta pelaku tindakan tidak selalu disebutkan.

B.  Ciri-ciri Kalimat Imperatif

Di bawah ini merupakan ciri-ciri yang terdapat dalam kalimat yang mengandung perintah disebut kalimat imperatif.

a. Adanya intonasi bernada rendah pada akhir tuturan.
b. Adanya pemakaian komponen penegas, penghalus, serta kata tugas ajakan, harapan, permohonan, dan larangan.
c. Memiliki struktur susunan inversi, dengan begitu urutannya tidak selalu terdapat predikat dan subjek.
d. Pelaku dari tindakan terkadang tidak selalu disebutkan.

Alwi, dkk. (2003: 353) memaparkan terdapat enam golongan macam-macam perintah, yaitu sebagai berikut.

a. Perintah atau suruhan dalam kategori biasa ketika pembicara meminta lawan bicaranya melakukan sesuatu.

b. Perintah atau suruhan dalam kategori halus ketika pembicara seperti tidak memerintah secara langsung untukmelakukan suatu tindakan, tetapi mempersilahkan lawan bicara sudi berbuat sesuatu.

c. Perintah atau suruhan kategori permohonan, yaitu ketika pembicara demi kepentingannya meminta lawan bicara untuk melakukan sesuatu.

d. Perintah atau suruhan kategori ajakan dan harapan, yaitu ketika pembicara mengajak atau berharap lawan bicara untuk melakukan sesuatu.

e. Perintah atau suruhan kategori larangan atau perintah bersifat negatif, yaitu ketika pembicara menyuruh seseorang supaya tidak berbuat sesuatu.

f. Perintah atau suruhan kategori pembiaran, yaitu ketika pembicara minta untuk seseorang tidak melarang dirinya melakukan sesuatu.

C.  Bentuk Kalimat Imperatif

Berdasarkan bentuknya, kalimat yang mengandung perintah disebut kalimat imperatif dapat dibedakan menajdi 3 bentuk, yaitu sebagai berikut.

1. Kalimat Perintah Aktif Intransitif

Kalimat perintah aktif intransitif merupakan kalimat yang bisa disusun dengan memperatikan kaidah berikut, yaitu menghilangkan subjek dalam kalimat, mempertahankan unsur verba seperti kalimat aslinya, adanya penambahan komponen –lah saat diprlukan dengan tujuan untuk memperhalus isinya.

2. Kalimat Perintah Aktif Transitif

Kalimat perintah aktif transitif merupakan bentuk kalimat perintah yang memiliki kaidah seperti intransitif, namun perbedaannya terletak pada penggunaan verba. Dalam kalimat aktif transitif verba harus bersifat transitif dengan mengubah bentuk perintah terlebih dahulu dengan menambahkan prefiks meng- pada verbanya.

3. Kalimat Perintah Pasif

Kalimat perintah bentuk pasif merupakan kalimat perintah dimana verba dalam bentuk pasif, urutan kata tidak mengalami perubahan. Dalam bentuk tulis, bentuk kalimat perintah pasif ditandai dengan tanda baca seru (!), sedangkan dalam bahasa lisan kalimat perintah bentuk pasif ditandai dengan naiknya intonasi nada.

D.   Jenis-jenis Kalimat Imperatif

Secara ringkas, kalimat yang mengandung perintah disebut kalimat imperatif dalam bahasa Indonesia dapat dikelompokan menjadi lima jenis, yakni sebagai berikut:

1. Kalimat Perintah Biasa

Kalimat perintah atau kalimat imperatif biasa yaitu kalimat perintah yang isinya terdapat ciri-ciri, seperti memiliki intonasi yang keras, terdapat kata kerja dasar seagai pendukung, dan memiliki komponen penegas-lah. Kalimat perintah memiliki tingkatan dari sangat halus sampai sangat kasar.

Berikut contoh kalmat perintah (imperatif) jenis ini.
• Tenanglah murid-murid! kita mulai pembelajaran.
• Usir anjing itu!
• Diam! Siswa yang berisik silakan keluar!

2. Kalimat Perintah (Imperatif) Permintaan

Kalimat perintah (imperatif) permintaan merupakan kalimat perintah yang isinya suruhan dengan tingkatan sangat halus, biasanya isi kalimat perintah permintaan diikutii dengan sikap penutur yang lebih santun jika dibandingkan dengan sikap penutur ketika menuturkan kalimat perintah biasa.

Kalimat perintah jenis ini ditandai dengan karakter kalimat yang disertai kata yang santun dan sopan, seperti kata harap, tolog, coba, mohon ,sudilah kiranya, seandainya, diminta dengan hormat, dapatkah, dan dimohon dengan sangat.

Berikut beberapa contoh kalimat perintah jenis permintaan.
• Kepada bapak ustadz sudilah kiranya untuk memipin doa pada pengajian kali ini!
• Harap tenang! Sedang ujian.
• Dimohon dengan hormat kepada bapak kepala sekolah untuk menyampaikan sambutan!

3. Kalimat Perintah (Imperatif) Pemberian Izin

Kalimat perintah jenis pemberian izin merupakan kalimat perintah yang mana isinya bertujuan untuk memberikan izin. Kalimat jenis ini ditandai dengan adanya kata yang mengandung kesantunan, seperti kata silahkan, biarlah, diizinkan, diperkenankan, dan dipersilahkan.

Di bawah ini contoh yang termasuk ke dalam kalimat perintah jenis pemberian izin.

• Kepada tamu undangan dipersilahkan menempati tempat duduk yang telah disediakan!
• Diperkenankan kepada peserta upacara untuk meninggalkan lapangan upacara!
• Silahkan masuk ke dalam rumah!

4. Kalimat Perintah(Imperatif) Ajakan

Kalimat perintah jenis ajakan merupakan kalimat perintah yang lazimnya digunakan dengan adanya kata penanda kesantunan, seperti ayo, coba, mari, biar, hendaknya, dan hendaklah.

Contoh kalimat imperatif jenis ajakan dapat dilihat pada contoh berkut.
• Ayo saya antar pergi ke pasar!
• Jon, mari kita selesaikan dulu tugas sekolah sebelum bermain!
• Dod, coba kita angkat lemari ini ke ujung ruangan!

 

Demikian pembahasan singkat mengenai kalimat yang mengandung perintah disebut kalimat imperatif. Kalimat tersebut merupakan kalimat yang dituturkan oleh seseorang kepada lawan bicaranya dengan tujuan agar lawan bicaranya tersebut melakukan reaksi berupa tindakan sesuai keinginan dari sang penutur.

Berdasarkan bentuknya kalimat imperatif terdiri dari 3 bentuk, yaitu kalimat imperatif intransitif, kalimat imperatif transitif, dan kalimat imperatif pasif.
Sedangkan berdasarkanjenisnya, kalimat imperatif terdiridari kalimat imperatif biasa, kalimat imperatif permintaan, kalimat imperatif pemberian izin dankalimat imperatif ajakan.

Berdarakan uraian tersebut diharapkan dapat menambah pengetahuan bagi pembaca mengenai pengelompokkan kalimat perintah atau kalimat imperatif, sehingga setelah mengetahui dan memahami mengenai kalimat imperatif pembaca tidak bingung lagi ketika akan menggunakan kalimat imperatif yang disesuaikan dengansituasi dan kondisi yang dihadapi oleh pembaca.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published.