Kalimat Tanya Pada Teks Negosiasi
Kalimat yang digunakan untuk menanyakan sesuatu dalam teks negosiasi adalah

Kalimat yang digunakan untuk menanyakan sesuatu dalam teks negosiasi adalah

Posted on

Kalimat yang digunakan untuk menanyakan sesuatu dalam teks negosiasi adalah

Dalam kehidupan sehari-hari interaksi sangat diperlukan oleh setiap manusia, interaksi yang baik akan menghasilkan hubungan yang baik juga. Salah satu kegiatan berinteraksi dalam kegiatan sehari-hari yaitu proses jual beli, berorganisasi, musyawarah dan sejenisnya.

Proses interaksi tersebut adakalanya terjadi pertentangan antar orang yang satu dengan yang lain, kelompok yang satu dengan kelompok yang lain. Pertentangan tersebut baiknya diselesaikan dengan cara yang baik, dalam menyelesaikan masalah harus ada solusi yang ditawarkan dan soulusi yang disetujui.

Dalam ilmu kebahasaan hal tersebut dinamakan negosiasi. Sedangkan biasanya dalam proses negosiasi menggunakan kalimat tanya, Kalimat yang digunakan untuk menanyakan sesuatu dalam teks negosiasi adalah kalimat introgatif yang di dalamnya memuat beragam jenis yang akan dijelaskan dalam pembahasan di bawah ini.

A. Penggolongan Kalimat

Kalimat merupakan satuan bahasa yang tersusun dari beberapa kata atau berbentuk klausa yang disertai dengan tanda intonasi final baik dalam bentuk tanda baca seperti tanda baca titik, tanda tanya ataupun tanda seru.

Wijana (2016:53) menyebutkan bahwa kalimat berdasarkan situasinya memiliki 3 macam, yaitu sebagai berikut.

  1. Kalimat berita (kalimat deklaratif). Kalimat berita yaitu kalimat digunakan oleh penutur dengan tujuan memberitahukan sesuatu.
  2. Kalimat Tanya (Kalimat Introgatif). Kalimat tanya merupakan kalimat yang memiliki intonasi akhir naik. Kalimat tanya pada umumnya dengan tujuan menanyakan sesuatu dengan harapan memperoleh jawaban dari lawan tuturnya.
  3. Kalimat Perintah (Kalimat Imperatif). Kalimat perintah yakni kalimat yang memiliki intonasi turun di akhir tuturan, biasanya digunakan dengan tujuan memberi perintah lawan tuturnya untuk melakukan sesuatu. Kalimat perintah memiliki penanda formal dalam bentuk partikel (lah). Dalam Bahasa Indonesia kalimat perintah terdiri dari beberapa jenis predikat, misalnya kata sifat, kata kerja aktif, dan kata kerja pasif.
  4. Kalimat seruan (interjektif) merupakan kalimat yang menyatakan ungkapan perasaan.
  5. Kalimat harapan (optatif), yaitui kalimat yang menyatakan harapan atau keinginan.

B.  Pengertian Teks Negosiasi

Kosasih (2014: 86) mengemukakan pengertian negosiasi merupakan suatu wujud interaksi sosial dengan fungsi sebagai penentuan keputusan yang dilakukan secara bersama-sama antar pihak yang bersangkutan dengan sistem perundingan terhadap perbedaan yang menjadi permasalahan . sehingga hasil dari perundingan tersebut dapat disepakati semua pihak tanpa merugikan salah satu pihak.

C.  Fungsi Teks Negosiasi

Teks atau kalimat negosiasi memiliki fungsi dalam kehidupan bermasayarakat, diantaranya sebagai berikut.

  1. Dalam rangka mencapai kemufakatan semua pihak
  2. Menjadi media dalam menyelesaikan masalah.
  3. Negosiasi mengutamakan kepentingan bersama.
  4. Negosiasi memiliki tujuan dalam mencapai keputusan yang saling menguntungkan.
  5. Negosiasi mengarah kepada tujuan praktis.

D.  Struktur Teks Negosiasi

Kosasih (2014: 90) memaparkan struktur teks negosiasi pada umumnya terdiri dari tiga unsur utama, diantaranya sebagai berikut.

  1. Pembuka, yaitu bagian yang terdapat pengenalan isu permasalahan oleh salah satu pihak.
  2. Bagian isi, yaitu bermuatan tentang adu pendapat dari semua pihak untuk mengetahui opini semua pihak mengenai permasalah yang dihadapi. Setelah itu bersama-sama mencari solusi atau jalan tengah terhadap permasalahan yang terkait.
  3. Bagian penutup, yakni bagian yang mengandung persetujuan dan kesepakatan dari semua pihak. Di dalamnya terdapat kepuasan atau ketidakpuasan.

Kemendikbud (2013: 163)menambahkan mengenai struktur teks negosiasai di samping struktur utama yaitu memiliki empat struktur yang khas, diantaranya sebagai berikut.

  1. Orientasi, yaitu bagian awal kegiatan diskusi antar pihak. Tahap ini memuat pengenalan isu mengenai situasi yang terjadi, atau ujaran salam sebelum dimulainya kegiatan negosiasi.
  2. Pengajuan, yaitu bagian mengutarakan pendapat masing-masing. Tahapan ini salah satu pihak mulai mengajukan pertanyaan atau mengutarakan opininya baik berupa barang maupun jasa.
  3. Penawaran, yaitu bagian dari proses penawaran karena ketidaksetujuan argumen oleh salah satu pihak dengan menawarkan solusi lain dalai upaya mencapai kesepakatan bersama.
  4. Persetujuan, yaitu tahap kesepakatan yang diharapkan dapat saling menguntungkan untuk kedua belah pihak.

E. Kaidah Kebahasaan Teks Negosiasi

Kosasih (2014: 93-95) memaparkan teks negosiasi memiliki empat kaidah kebahasaan yang harus diperhatikan, yaitu:

  1. Penggunaan kalimat berita (deklaratif), kalimat tanya (introgatif) dan kalimat perintah (imperatif) yang digunakan secara bergantian. Hal tersebut dikarenakan teks negosiasi adalah wujud percakapan yang dilakukan sehari-hari dengan demikian ketiga jenis kalimat tersebut muncul secara bergantian.
  2. Penggunaan kalimat harapan atau keinginan. Hal tersebut dikarenakan teks negosiasi memiliki fungsi untuk menyampaikan kepentingan lawan tutur, sehingga terdapat kalimat menggunakan kata-kata harapan dan permintaan.
  3. Penggunaan kalimat bersyarat. Hal dikarenakan dengan adanya syarat yang disampaikan oleh kedua belah pihak dengan ditandai oleh kata-kata seperti jika, kalau, apabila, seandainya, bila dan kalau.
  4. Banyak menggunakan konjungsi penyebab (kausalitas). Pemakaian konjungsikausalitas digunakan untuk memperjelas suatu alasan yang digunakan lawan bicara, contohnya kata karena, sebab, akibatnya, sehingga.

Di samping kaidah kebahasaan yang disampaikan Kosasih, terdapat pula kaidah kebahasaan yang terdapat dalam teks negosiasi menurut Kemendikbud (2013: 168) yaitu sebagai berikut.

  1. Bahasa persuasif, yakni bahasa yang dipakai dengan tujuan untuk mengajak, meyakinkan dan membujuk pihak lain.
  2. Bahasa interogatif (tanya), yakni bahasa yang dipakai untuk menannyakan seseuatu, pronomina tanya seperti apa, siapa, kapan, bagaimana, berapa.
  3. Bahasa argumentatif, yakni bahasa yang dipakai untuk mengutarakan alasan yang disertai bukti.
  4. Bahasa santun, yakni bahasa yang digunakan untuk menunjukkan kesopanan yang menjadi salah satu aspek penting dalam negosiasi. Kata-kata yang dipakai seperti kata tolong, cobalah, silakan, bolehkah dan percayalah.
  5. Kalimat deklaratif,yakni kalimat yang digunakan denga tujuan memberikan pernyataan
  6. Terdapat pasangan tuturan, kegiatan saling memberi pesan dan merespons antara peserta dalam kegiatan negosiasi.

F.  Kalimat Tanya Dalam Teks Negosiasi

Dalam teks negosiasi terdapat kalimat yang digunakan untuk menanyakan seseuatu dalam teks negosiasi adalah kalimat introgatif, adapun jenisnya yaitu sebagai berikut.

1. Kalimat Interogatif Ya – Tidak

Kalimat interogatif ya—tidak merupakan kalimat interogatif yang dapat dijawab dengan ucapan ya atau tidak. Dalam teks negosiasi kalimat interogatif jenis ini memiliki tanda dengan adanya pemakaian kata tanya seperti kata apa, apakah atau tanpa kata tanya,namun dengan penambahan kata tidak bisa juga dengan inversi. Contoh: “ bolehkah saya duduk di kursi ini?”

2. Kalimat Interogatif Informasi

Kalimat interogatif informasi merupakan kalimat interogatif yang membutuhkan jawaban berupa informasi. Dalam teks negosiasi jenis ini biasanya menggunakan pemakaian kata tanya seperti kata apa, siapa, berapa, bagaimana, yang mana, mengapa, kapan, dan sebagainya. Contoh: “berapa harga satu kilo gram ayam ini?”

3. Kalimat Interogatif Retorik

Kalimat interogatif retorik merupakan jenis kalimat tanya yang tidak mengehendaki jawaban, tetapi memerlukan penegasan dari orang yang tidak diajak bicara. Pemakaian kalimat introgatif retorik di dalam teks negosiasi dinyatakan dengan penambahan kata bukan pada akhir kalimat.
Contoh:” yang bisa lakukan sekarang hanya bisa memohon pertolongan dari Tuhan, bukan?”

 

Demikianlah pembahasan mengenai teks negosiasi dan kalimat introgatif atau kalimat tanya. Dalam teks negosiasi kalimat tanya merupakan unsur yang pada umumnya digunakan dalam kegiatan sehari-hari seperti kegiatan jual beli.

Kalimat yang digunakan untuk menanyakan sesuatu dalam teks negosiasi adalah kalimat introgatif yang terdiri dari kalimat introgatif jenis ya-tidak, jenis informasi dan jenis retorik.

Dengan mengetahui kaidah kebahasaan yang dimiliki teks negosiasi hendaknya kita lebih memahami bagaimana cara melakukan negosiasi yang baik sehingga tidak memicu perkelahian bahkan sampai kekerasan.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published.