PERBEDAAN KITAB DAN SUHUF
Diantara nabi berikut ini yang menerima suhuf adalah nabi

Diantara nabi berikut ini yang menerima suhuf adalah nabi

Posted on

Diantara nabi berikut ini yang menerima suhuf adalah nabi

Sebaga umat islam iman merupakan pilar utama yang harus dimiliki oleh seorang muslim. Iman secara bahasa artinya percaya atau yakin, sedangkan secara istilah iman memilki makna melafalkan dengan lisan, meneguhkan dalam hati dan mengimplementasikan dengan anggota badan.

Dalam ajaran agama Islam terdapat rukun iman yang harus diyakini oleh setiap umat islam, diantaranya yaitu iman kepada kitab Allah yang merupakan rukun iman yang ketiga. Allah subhanahu wata’ala telah memilih manusia untuk dijadikan khalifah dibumi agar menyerukan kebenaran dan keesaan kepada Allah melalui wahyu yang diturunkanNya.

Manusia-manusia pilihan tersebut kita kenal sebagai nabi dan rasul. Dalam menurunkan wahyu terdapat dua jenis yaitu berupa suhuf dan kitab diantara nabi berikut ini yang menerima suhuf adalah nabi berjumlah empat, begitupun dengan kitab nabi atau rasul yang dianugrahi kitab yang berisi wahyu-wahyu Allah berjumlah empat.

Untuk mengetahui perinciannya akan dijelaskan dalam pemaparan di bawah ini.

1. Pengertian Kitab

Kitab merupakan kumpulan wahyu Allah subhanau wata’ala yang diturunkan kepada rasul Allah untuk disampaikan dan diajarkan kepada manusia untuk dijadikan petunjuk dan pedoman dalam hidup agar mendapatkan kebahagiaan dan keselamatan di dunia maupun di akhirat.

Dengan kitab yang Allah anugrahkan kepada manusia melalui perantara manusia pilihan yang mulia maka diharapkan manusia sebagai makhluk yang berakal dapat mempelajari dan mengamalkan isinya sehingga dapat membedakan yang haq dan yang batil, yang halal dan yang haram serta yang paling utama yaitu meyakini keesaan Tuhannya yang menciptakan serta menyadari untuk apa manusia diciptakan.

2. Nama Kitab-kitab Allah subhanau wata’ala

Allah subhanauh wata’ala menurunkan kitab suci berjumlah 4 kepada rasul yang berbeda, yang pada zamannya dijadikan sumber pedoman hidup. Sebagai umat islam kita wajib meyakini adanya keempat kitab tersebut. Adapun nama-nama kitab tersebut serta rasul yang menerimanya yaitu sebagai berikut.

a. Kitab Taurat

Rasul atau nabi yang dipilih Allah untuk memegang kitab taurat serta menyampaikan ajaranNya yaitu Nabi Musa alaihi wasalam.

Kitab tersebut diturunkan Allah untuk dijadikan pedoman hidup bagi umat manusia pada zamannya yaitu dikenal dengan Bani Israil. Kitab taurat diturunkan di bukit Tursina atau Sinai pada abad 12 SM. Diwahyukannya kitab taurat kepada Nabi Musa terdapat dalam Al-qur’an Surat Al-Isra ayat 2, yang artinya berbunyi:

“Dan Kami berikan kepada Musa, Kitab Taurat dan Kami jadikannya petunjuk bagi Bani Israil (dengan firman), ‘janganlah kamu mengambil pelindung selain Aku’”.

Terdapat sepuluh inti ajaran yang terkandung dalam Kitab Taurat bagi Bani Israil, diantaranya sebagai berikut.

1) Perintah mengesakan Allah subhanahu wata’ala.
2) Perintah menghormati ayah dan ibu
3) Perintah menyucikan hari Sabtu
4) Larangan menyembah berhala
5) Larangan menyebut nama Allah subhanahu wata’ala secara sia-sia
6) Larangan membunuh manusia
7) Larangan berbuat zina
8) Larangan mencuri
9) Larangan menjadi saksi palsu
10) Larangan mengambil hak orang lain

b. Kitab Zabur

Kitab Zabur diturunkan di daerah Yerusalem pada abad 10 SM. Rasul yang dipilih Allah untu menerima wayu berupa kitab Zabur yaitu Nabi Daud alaihi wasalam. Kitab Zabur diturunkan untuk jadi sumber pedoman hidup bagi umat Yahudi atau Bani Israil.

Bahasa yang digunakan dalam kitab Zabur menggunakan Bahasa Qibti. Dalam Al-qur’an ayat yang menerangkan turunnya Kitab Zabur kepada Nabi Daud terdapat dalam Surat Al-Isra ayat 5 yang artinya berbunyi:

“Dan Tuhanmu lebih mengetahui siapa yang (ada) di langit dan di bumi. Dan sesungguhnya telah Kami lebihkan sebagian nabi-nabi itu atas sebagian (yang lain), dan Kami berikan Zzabur kepada Daud”.

Adapun inti ajaran yang terkandung dalam Kitab Zabur yaitu sebagai berikut:

1) Zikir dan penghormatan kepada Allah subhanahu wata’ala;
2) Nasihat-nasihat tentang kebaikan bagi manusia.

c. Kitab Injil

Kitab Injil diturunkan sebagai wahyu Allah kepada Nabi Isa alaihi wasalam ketika berusia 30 tahun pada awal abad 1 M. Kitab ini ditujukan sebagai pedoman hidup bagi umat Nasrani pada zamannya.

Penerimaan Kitab Injil oleh Nabi Isa termuat dalam Al-qur’an Surat Maryam ayat 30, yang artinya berbunyi:
“Dia Isa berkata ‘sesungguhnya aku hamba Allah, Dia memberiku Kitab Inil dan Dia menjadika aku seorang nabi’”.

Bahasa yang digunakan dalam Kitab Injl menggunakan Bahasa Suryani yang berisi ajaran inti sebagai berikut.

1) Perintah untuk mengesakan Allah subhanahu wata’ala;
2) Perintah menyucikan diri dari nafsu duniawi yang berlebihan;
3) Perintah untuk saling menyayangi;
4) Membenarkan ajaran kitab terdahulu;
5) Menghapus beberapa ajaran dalam kitab Taurat yang tidak sesuai lagi dengan perkembangan zaman;
6) Mengabarkan akan datang nabi selanjutnya setelah Nabi Isa, yaitu Nabi Muhammad shalallahu alaihi wassalam.

d. Kitab Al-Qur’an

Kitab Al-qur’an merupakan kitab terakhir yang diturunkan kepada nabi terakhir pula, yaitu Nabi Muhammad shalallahu alaihi wassalam. Kitab Al-qur’an diturunkan pada awal abad ke-7 M di Kota Mekah dan Madinah secara berangsur-angsur.

Allah menurunkan wahyuNya kepada Nabi Muhammad melalui perantara Malaikat Jibril sebagai mukjizat kenabian serta menjadi petunjukdan pedoman hidup bagi umat manusia supaya selalu istiqamah pada jalan yang benar.

Kitab Al-qur’an juga diturunkan sebagai penyempurna bagi kitab-kitab terdahulu. Sebagaimana firman Allah dalam Surat Al-Imran ayat 3 yang artinya berbunyi:

“Dia menurunkan Kitab Al-qur’an kepadamu Muhammad yang mengandung kebenaran, membenarkan kitab-kitab sebelumnya, dan menurunkan Taurat dan Injil’”.

Kitab Al-qur’an ditulis menggunakan Bahasa Arab. Adapun isi pokok Kitab Al-qur’an, yaitu sebagai berikut.

1) Aqidah (keimanan), berupa iman kepada Allah subhanau wata’ala, Malaikat, kitab-kitab, Rasul, hari kiamat, dan qada qadar Allah.

2) Ibadah berupa tuntunan pengabdian dan penyembahan kepada Allah subhanau wata’ala, seperti salat, puasa, zakat, dan haji .

3) Akhlak berupa budi pekerti. Contohnya akhlak kepada Allah Swt., orang tua, dan orang lain.

4) Muamalah berupa tata cara pergaulan manusia dengan manusia dan manusia dengan makhluk lain. Seperti jual beli, larangan riba, dan larangan berperilaku sombong.

5) Tarikh (sejarah), contohnya kisah para nabi, orang saleh serta orang-orang terdahulu.

6) Ilmu pengetahuan (science), seperti tentang terbentuknya manusia, alam semesta dan astronomi.

Al-qur’an sebagai kitab penyempurna, tentunya memiliki fungsi bagi kehidupan manusia, yaitu:

1) Memberi petunjuk kepada manusia agar selalu berada di jalan lurus;
2) Memberi kabar gembira kepada orang-orang yang beriman kepada Allah dan rasul-Nya;
3) Memberi peringatan kepada manusia yang tidak percaya akan adanya hari pembalasan.

3. Pengertian Suhuf

Suhuf merupakan firman Allah subhanahu wata’ala yang diberikan kepada Rasulullah di dalmnya berisi pujian, zikir dan nasihat yang sifatnya tidak wajib diajarkan pada umat manusia.

Dalam Al-qur’an suhuf disebut kitab-kitab terdahulu, berdasarkan hal tersebut firman Allah dalam Surat Al-a’la ayat 18-19, yang artinya berbunyi:

“sesungguhnya ini terdapat dalam kitab-kitab yang dahulu (18) yaitu kitab-kitab Ibrahim dan Musa (19).” diberikan kepada para Rasul-Nya.

Diantara nabi berikut yang menerima suhuf adalah nabi berjumlah empat, yaitu:

a. Nabi Musa alaihi wassalam menerima sejumlah 10 suhuf;
b. Nabi Ibrahim alaihi wassalam menerima sejumlah 10 suhuf;
c. Nabi Idris alaihi wassalam menerima sejumlah 30 suhuf; dan
d. Nabi Syis alaihi wassalam menerima sejumlah 50 suhuf.

Pada dasarnya kitab dan suhuf merupakan wahyu Allah, namun meskipun demikian terdapat perbedaan diantara keduanya, yaitu sebagai berikut:

a. Kitab diturunkan kepada Rasulullah supaya ajarannya disampaikan kepada umat manusia, sedangkan suhuf diturunkan Allah kepada Rasulullah tetapi sifatnya tidak wajib untuk disampaikan kepada umat manusia.

b. Kitab dari segi isinya memuat lebih lengkap dan sempurna yaitu mengandung aqidah, ibadah, syariah dan muamalah. Sedangkan suhuf memuat isi hanya berupa pujian, zikir dan nasihat.

c. Kitab bentuknya berwujud buku yang berisi satu kumpulan utuh menjadi kumpulan wahyu. Sedangkan suhuf bentuknya hanya lembaran-lembaran wahyu tidak dibukukan sejak dari turunnya wahyu.

d. Kitab merupakan wahyu Allah sebagai mukjizat untuk Nabi dan Rasul sebagai tanda kenabian dan kerasulannya yang berjumlah 4 buah Kitab yaitu kitab Taurat untuk Nabi Musa alaihi wassalam, Kitab Zabur untuk Nabi Daud alaihi wassalam, Kitab Injil untuk Nabi Isa alaihi wassalam dan Kitab Al-Qur’an untuk Nabi Muhammad shalallahu alaihi wassalam.

Sedangkan, suhuf lembaran wahyu Allah yang diturunkan kepada Nabi pilihan Allah diantara nabi berikut yang menerima suhuf adalah Nabi Musa alaihi wassalam, Nabi Ibrahim alaihi wassalam, Nabi Idris alaihi wassalam, dan Nabi Syis alaihi wassalam.

 

 

 

Pada hakikatnya kitab maupun suhuf merupakan wahyu Allah subhanahu wata’ala yang diturunkan kepada manusia-manusia terpilih sebgai tanda keistimewaan, yaitu nabi dan rasul.

Kitab merupakan kumpulan wahyu Allah yang dibukukan di mana isinya berupa pedoman hidup bagi umat manusia pada zamannya.

Nabi yang Allah pilih diberikan kitab yaitu Nabi Musa alaihi wassalam, Nabi Zabur alaihi wassalam, Nabi Isa alaihi wassalam dan Nabi Muhammad alaihi wassalam. Sedangkan diantara nabi berikut ini yang menerima suhuf adalah Nabi Musa alaihi wassalam, Nabi Ibrahim alaihi wassalam, Nabi Idris alaihi wassalam dan Nabi Syis alaihi wassalam.

Sebagai umat Islam kita wajib meyakini dan percaya akan keberadaan kitab dan suhuf tersebut yang merupakan wahyu Allah subhanahu wata’ala.

Namun, isi ajaran kitab yang wajib kita amalkan yaitu Kitab Al-qur’an karena di dalamnya berisi ajaran yang sempurna dan menyempurnakan kitab-kitab sebelumnya.

Di samping itu Al-qur’anlah yang Allah turunkan kepada nabi terakhir yaitu Nabi Muhammad shalallahu alaihi wassalam untuk disampaikan dan diajarkan kepada umat Islam yakni umat akhir zaman dan kitalah umat akhir zaman tersebut.

Leave a Reply

Your email address will not be published.