Berikut ini yang langsung terbentuk setelah proses fertilisasi

Berikut ini yang langsung terbentuk setelah proses fertilisasi

Posted on

Berikut ini yang langsung terbentuk setelah proses fertilisasi

Mom’s dan Dad’s sedang merencanakan memiliki keturunan? Nah, mom’s dan dad’s alangkah baiknya mengetahui terlebih dahulu tahapan-tahapan terjadinya proses kehamilan dengan mengetahui istilah-istilah dasar dalam proses pembuahan.

A.  Pengertian Fertilisasi

Istilah fertilisasi sering kita dengar berhubungan dengan kehamilan. Kehamilan adalah proses fertilisasi di mana terjadi proses penyatuan spermatozoa yang dilanjutkan oleh nidasi atau implantasi.

Biasanya bila dihitung dari mulai proses fertilisasi sampai waktu kelahiran bayi yaitu sekitar 40 minggu.

Dengan demikian secara bahasa fertilisasi mengandung makna pembuahan. Sedangkan secara istilah fertilisasi berarti proses penyatuan spermatozoa dengan ovum untuk membentuk individu baru (zigot).

Dari pengertian tersebut secara singkat berikut ini yang langsung terbentuk setelah proses fertilisasi adalah zigot.

berikut ini yang langsung terbentuk setelah proses fertilisasi

Zigot terbentuk melalui proses fertilisasi dengan tahapan-tahapan yang panjang. Berikut ini akan dijelaskan tahapan fertilisasi, jenis fertilisasi, fungsi fertilisasi, dan faktor kegagalan fertilisasi.

B.  Jenis Fertilisas

1. Fertilisasi Internal

Fertilisasi internal merupakan proses pembuahan inti sel telur betina oleh inti sel sperma (peleburan gamet) yang terjadi didalam induk tubuh betina.

Jumlah gamet dalam fertilisasi internal hanya melepaskan sedikit jumlah gamet karena proses berlangsung secara terarah, sperma yang dilepaskan akan langsung mengarah pada sel telur.

2.  Fertilisasi Eksternal

Fertilisasi eksternal merupakan proses pembuahan inti sel telur betina oleh inti sel sperma (peleburan gamet) yang terjadi di luar tubuh betina.

Berbeda dengan fertilisasi internal, jumlah gamet yang dihasilkan fertilisasi eskternal jauh lebih banyak.

Betina dengan fertilisasi eksternal akan menghasilkan dan melepasakan banyak sel telur, jantan dengan fertilisasi eksternal juga melepaskan jumlah sperma yang jauh lebih banyak.

Dalam proses fertilisasi eksternal dilakukan dengan cara betina dan jantan sama-sama melepaskan sel telur dan sel sperma ke lingkungan.

Sel telur dan sel sperma kemudian dapat bergerak dilingkungan dan beberapa diantaranya saling bertemu sehingga terjadi pembuahan. Setelah pembuahan terjadi, perkembangan embrio akan terjadi dilingkungan tersebut.

C.  Fungsi Fertilisasi

Fertilisasi tentu memiliki banyak fungsi, diantaranya sebagai berikut:

  1. Dapat mengaktifkan sel telur agar dapat memulai proses pembuahan.
  2. Dapat menurunkan materi genetik dari pihak jantan kepihak betina kepada keturunan yang akan dihasilkan.
  3. Dapat membuat jumlah kromosom dari bagian haploid menjadi diploid.
  4. Dapat menentukan jenis kelamin pada keturunan saat proses pembuahan terjadi.

D.  Syarat Terjadinya Fertilisasi

Dalam proses fertilisasi harus memenuhi syarat agar proses pembuahan berjalan dengan lancar, syarat-syarat tersebut diantaranya sebagai berikut:

  1. Bagian terpenting dari fertilisasi yaitu ovum sudahmatang serta sperma memiliki kualitas yang bagus.
  2. Adanya hubungan kontak antara sperma dan sel telur,
  3. Terjadinya peleburan bahan genetik dari sprema dan juga dari sel telur,
  4. Terjadi aktivasi secara metabolik telur agar dapat memulai proses pembuahan.

E.  Faktor Kegagalan Fertilisasi

Dalam proses fertilisasi terdapat kemungkinan terjadinya kegagalan, hal tersebut akan menyebabkan kegagalan atau tidak terjadinya pembuahan.

Faktor-faktor yang dapat mempengaruhi kegagalan dalam proses fertilisasi yaitu sebagai berikut.

  1. Proses maturasi inti maupun sitoplasma yang kurang sempurna karena kualitas oosit yang rendah,
  2. Kegagalan spermatozoa melakukan kapasitasi dan reaksi akrosom sehingga spermatozoa tidak mampu membuahi oosit,
  3. Kegagalan spermatozoa mengalami kondensasi dalam sitoplasma oosit sehingga terjadi kegagalan pembentukan pronukleus jantan.

F.  Tahapan Fertilisasi

1.  Tahap Penembusan Korona Radiata

Tahap pertama dari proses fertilisasi yaitu tahap penembusan korona dimana dari jumlah sebanyak 200-300 juta tidak dapat menembus seluruhnya, melainkan hanya 300-500 yang sampai di tuba faloppi yang bisa menembus korona radiata karena sudah mengalami proses kapasitasi atau proses pematangan sperma, sehingga tidak semua sel sperma bisa mengalami maturasi atau pematangan.

2.  Penembusan Zona Pellusida

Setelah melalui tahap penembusan korona radiata perjalanan spermatozoa yaitu untuk menembus zona pellusida, namun ternyata dari ratusan jumlas sperma yang sudah matang hanya satu terlihat mampu menembus oosit.

3.  Tahap penyatuan oosit dan membran sel sperma

Setelah spermatozoid berhasil menembus oosit maka dilanjutkan dengan tahapan [enyatuan oosit dan membran sel sperma yang mana setelah menyatu maka akan dihasilkan zigot yang mempunyai kromosom diploid (44 autosom dan 2 gonosom) dan terbentuk jenis kelamin baru (XX untuk wanita dan XY untuk laki-laki.

F. Pembelahan

Setelah zigot terbentuk dari proses fertilisasi, kemudian zigot akan membelah dimulai dari 2 sel sampai dengan 16 sel. Proses tersebut disebut blastomer yang terjadi dalam kurun waktu 3 hari.

Setelah 3 hari ke-16 sel tersebut akan kembali membelah sehingga membentuk morula yang terjadi dalam kurun waktu 14 hari.

Ketika morula memasuki lubang rahim , cairan mulai menembus zona pellusida yang masuk kedalam ruang antar sel kemudian menyatu lalu akhirnya terbentuklah rongga sehingga disebut sel blastokista dalam kurun waktu 4-5 hari.

Setelah sel blastokista terbentuk maka zona pellusda akhirnya menghilang kemudian trofoblasat akhirnya bisa menembus ke endometrium dan akan memulai berimplantasi pada kurun waktu 5-6 hari dalam bentuk balstoksta tingkat lanjut.

G. Konsepsi

Menurut Manuaba (2010:77-79), proses konsepsi secara keseluruhan akan dijabarkan dalam uraian berikut.

  1. Proses ovulasi yakni proses ovum dilepaskan, disertai oleh korona radiata yang mengandung persediaan nutrisi.
  2. Pada ovum dijumpai inti dalam bentuk metafase ditengah sitoplasma yang disebut vitelus.
  3. Tahapan selanjutnya, korona radiata jumlahnya semakin sedikit pada zona pellusida. Hal itu disebabkan nutrisi yang dimilikikorona radiata dialirkan kedalam vitelus.
  4. Proses konsepsi terjadi pada pars ampularis tuba, tempat yang palimg luas di mana memiliki dinding penuh jonjot jugaterdapat sebanyak 17 sel tertutup yang memiliki silia. Pada ampulla tuba ovum memiliki kesempatan hidup dalam waktu terlama.
  5. Setelah 12 jam ovum siap dibuahi kemudian dia hidup selama 48 jam. Setelah ovum dibuahi  spermatozoa menjalar masuk melalui kanallis servikalis mengandalkan kekuatannya selanjutnya, terjadi proses kapasitasi di mana pada kavum uteri lipoprotein melepaskan diri dari sperma sehingga terjadi fertilisasi. Perjalanan spermatozoa terus berlanjut hingga tuba falopi, disana dia hidup selama 3 hari di dalam genetalia interna. Kemudian, spermatozoa akan mengitari ovum yang sudah siap dibuahi lalu mengikir korona radiata dan zona pellusida dengan proses enzimatik. Setelah itu, kepala spermatozoa masuk menembus ovum dengan melepas ekornya. Dengan demikian berikut yang langsung terbentuk setelah proses fertilisasi selesai dimana kedua inti ovum dan inti spermatozoa bertemu lalu terbentuklah zigot.

8. Nidasi/implantasi

Nidasi atau implantasi yakni istilah bagi sek telur yang telah dibuahi. Ketika waktu implantasi selaput lendiri rahim berada di fase sekretorik yakni 2-3 hari setelah ovulasi.

Proses tersebut kelenjar rahim dan pembuluh nadi menjadi berlekuk-lekuk. Nidasi atau implantasi ialah suatu proses penanaman blastula yang berlangsung pada hari ke-6 sampai hari ke-7 selepas proses konsepsi.

9. Plasentasi

Plasentasi merupakan proses penyusunan struktur dan jenis plasenta, proses tersebut dimulai ketika nidasi embrio memasuki endrometrium.

Demikian moms penjelasan mengenai fertilisasi, dari penjelasan tersebut kini moms sudah tahu kan bahwa fertilisasi berkaitan dengan proses terjadinya kehamilan dengan melalui tahapan-tahapan yang panjang, dengan demikian yang terbentuk setelah proses fertilisasi adalah zigot.

Jadi, kalau mom’s dan dad’s ingin memiliki keturunan dipastikan dulu ya komponen-komponen pendukung dalam terjadinya proses pembuahan agar terpenuhi, sehingga proses fertilisasi hingga pembuahan berjalan dengan lancar.

 

Demikian moms penjelasan mengenai fertilisasi, dari penjelasan tersebut kini moms sudah tahu kan bahwa fertilisasi berkaitan dengan proses terjadinya kehamilan dengan melalui tahapan-tahapan yang panjang, dengan demikian berikut ini yang langsung terbentuk setelah proses fertilisasi adalah zigot.

Jadi, kalau mom’s dan dad’s ingin memiliki keturunan dipastikan dulu ya komponen-komponen pendukung dalam terjadinya proses pembuahan agar terpenuhi, sehingga proses fertilisasi hingga pembuahan berjalan dengan lancar.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *